Thursday, December 13, 2012

Pemilihan Koorfak Kuksa FIB UI 2013

     Dalam post saya yang terakhir, saya janji menulis post baru dalam empat atau lima hari. Namun, mohon maaf apabila janji tinggal janji. Intensitas kesibukan dan pekerjaan yang tinggi dan sempat dirawat minggu lalu menyebabkan tertundanya penulisan post baru. Sekarang, ditemani sebatang Marlboro dan Big Cola, saya mau bercerita tentang keadaan kampus dan kehidupan hari-hari ini.

     Di bulan Desember ini, semua sibuk. Terutama di kampus, selain menyiapkan diri menghadapi UAS dan segala hal yang menyertainya, adalah persiapan berbagai organisasi kampus yang sebentar lagi akan mengalami pergantian pengurus. Nyaris semua organisasi, seperti BEM, DPM, ISJ (Ikatan Studi Jerman) dll mengalami pergantian. Buat kami angkatan 2011 yang sudah setahun malang-melintang di kampus, tentu biasa saja menghadapinya. Namun dalam kesempatan ini saya ingin menggaris bawahi beberapa organisasi yang punya makna spesial dalam kehidupan saya.


     Kuksa FIB UI adalah organisasi yang paling saya ikuti terus perkembangannya. Berhubung saya menjadi salah satu staff yang bertugas menyiapkan acara, sekarang adalah saatnya bagi kami angkatan 2011 untuk 'naik pangkat' menjadi pengurus teras. Karena akan diadakan pergantian koorfak (koordinator fakultas) untuk tahun 2013, maka saya mengajukan diri menjadi salah satu calon. Diantara calon lain terdapat Camil, Echa dari Sastra Prancis, Inggit dari Sastra Jepang, Marlina dari Sastra Inggris, dan Sisca dari Sastra Belanda.


     Kalau saya boleh pikir, keputusan saya mencalonkan diri sebenarnya didasari oleh rasa peduli terhadap organisasi ini. Sebagai tempat untuk mencurahkan dan memenuhi kebutuhan spiritual saya, sepertinya saya merasa terpanggil untuk turut membantu mengembangkan dan mempertahankan entitas organisasi ini, agar dapat tetap eksis dan diterima dalam dinamika kehidupan kampus. Saya merasa khawatir, apakah saya pantas mencalonkan diri, mengingat beberapa keadaan yang 'sepertinya' belum saya penuhi demi mencapai hal itu; biarpun demikian, saya merasa, biar saja, yang penting calonkan diri dulu.


     Saya belum pernah terlibat jauh dalam sebuah organisasi seperti yang saya lakukan dalam Kuksa FIB ini. Sejak awal keterlibatan saya dalam Weekend tahun lalu, semakin jauh saya berusaha memahami dan mendalami artinya, apa yang saya sudah kerjakan selama ini. Walaupun taruhannya berat, tapi saya yakin dan percaya semua baik adanya dan Tuhan mau menjaga saya, semua hal yang saya kerjakan.


     Peluang untuk terpilih sebagai koorfak sendiri rupanya cukup terbagi merata. Sejak awal, saya merasa bahwa yang akan dicalonkan sebagai koorfak ada tiga: saya sendiri, Sisca dan Marlina. Sisca dengan jaringan pertemanannya yang luas di berbagai organisasi kampus dan Marlina dengan skill organisasinya yang memadai, membuat saya lebih memilih mereka berdua, sebenarnya, sebagai koorfak. Namun setelah mendengar sharing dari koorfak-koorfak sebelumnya bahwa sebetulnya tidak diperlukan orang yang 'sempurna' untuk jabatan ini, maka saya berpikir, ya sudah. Saya juga mau mengabdikan diri.


      Pemilihan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Desember. Semoga Tuhan berkenan memilih diantara kami, yang terbaik dan terpantas.


      

No comments:

Post a Comment